Pemasangan Bracket Baja Ringan Jadi Sorotan di Proyek Revitalisasi TK Bhakti Pertiwi
Prabhumedia || SUMEDANG - Pekerjaan revitalisasi TK Bhakti Pertiwi, Desa Cimalaka, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, mendapat sorotan setelah ditemukan bracket konstruksi baja ringan yang dikunci menggunakan paku beton.
Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, pekerjaan tersebut merupakan Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan, dengan pelaksana Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP). Proyek tersebut memiliki waktu pelaksanaan 90 hari kalender, 24 Juli hingga 22 Oktober 2026, bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026, dengan nilai bantuan sebesar Rp255.657.000.
Temuan penggunaan paku beton pada bracket baja ringan kemudian coba dikonfirmasi kepada pihak sekolah. Tujuannya untuk memastikan apakah metode pemasangan tersebut sesuai dengan gambar kerja, RKS maupun spesifikasi teknis pekerjaan.
Namun, upaya mendapatkan penjelasan langsung dari pihak sekolah belum membuahkan hasil.
Tim
awak media telah beberapa kali mendatangi lokasi pekerjaan. Sekitar enam kali kunjungan pada waktu berbeda dilakukan, namun di lokasi proyek yang ditemui hanya para pekerja.Saat ditanya mengenai pihak P2SP, salah seorang pekerja menyebut P2SP berasal dari pihak sekolah dan menyarankan agar pihak terkait dicari di lokasi lain.
Karena bangunan TK sedang direhabilitasi, kegiatan belajar sementara berlangsung di tempat lain. Pada 27 Agustus 2026, saat dilakukan upaya konfirmasi, menurut keterangan seorang guru, kepala sekolah sedang mengikuti rapat di luar sekolah.
Upaya kembali dilakukan pada 4 dan 5 September 2026, namun kepala sekolah belum berhasil ditemui.
Kunjungan berikutnya dilakukan pada 7, 11, hingga terakhir 15 September 2026. Pada kunjungan terakhir, tim kembali berupaya menemui kepala sekolah untuk menyampaikan informasi sekaligus meminta tanggapan terkait temuan pemasangan bracket baja ringan menggunakan paku beton.
Sa
at ditanya mengenai keberadaan kepala sekolah, guru berinisial R menjawab:“Nuju teu aya etamah rapat wae,” jawabnya sambil tersenyum.
Tim kemudian menanyakan apakah dapat mengisi buku tamu agar kehadiran tersebut dapat disampaikan kepada kepala sekolah. Guru R menjelaskan:
“Da abdimah mung guru ngajar ungkul, di ibu nanaon oge, nya sapertos nuju tamu oge,” ungkapnya.
Hingga 15 September 2026, upaya untuk memperoleh tanggapan langsung dari Kepala TK Bhakti Pertiwi terkait temuan tersebut belum membuahkan hasil.
Konfirmasi Malah Diarahkan ke Koramil
Upaya konfirmasi kemudian dilakukan melalui pesan WhatsApp kepada seorang guru berinisial D.
Dalam jawabannya, D menyampaikan:
“Mohon maaf saya tidak bisa sembarangan memberikan no.telp atau pernyataan apapun..apalagi melalui wa...silahkan saja bapa datang ke Koramil Cimalaka untuk informasi apapun itu ttg revitalisasi TK BP bisa dikonfirmasikan kepada panitia p2sp. Bapa bisa menemukan ketua dan seksi keamanan🙏.”
Mengikuti arahan tersebut, tim kemudian mendatangi Koramil Cimalaka untuk meminta informasi terkait pelaksanaan revitalisasi TK Bhakti Pertiwi.
Namun, berdasarkan keterangan salah seorang anggota Koramil yang ditemui, pihaknya tidak mengetahui persoalan teknis pekerjaan.
Surat-surat pemberitahuan ke Danramil setahu saya sudah ada tapi kalau teknis saya ga tau itu Mungkin bisa langsung di tanyakan ke pihak sekolah,” ujar salah seorang anggota Koramil Cimalaka.
Keterangan tersebut menjadi catatan tersendiri. Sebab, pihak sekolah melalui guru mengarahkan konfirmasi mengenai revitalisasi kepada Koramil dan menyebut Ketua serta Seksi Keamanan P2SP dapat ditemui di sana. Sementara anggota Koramil yang ditemui menyatakan bahwa dirinya mengetahui adanya surat pemberitahuan kepada Danramil, tetapi tidak mengetahui persoalan teknis pekerjaan.
Bukan Hanya Soal Paku Beton, Kompetensi Pekerja Juga Perlu Dijelaskan
Sorotan tidak berhenti pada metode pemasangan bracket.
Karena pekerjaan menyangkut konstruksi baja ringan, kompetensi tenaga yang melakukan pemasangan juga layak dipertanyakan. Pemerintah sendiri mencantumkan jabatan kerja Tukang Pasang Rangka Atap Baja Ringan dalam standar kompetensi bidang konstruksi.
Karena itu, perlu dijelaskan: apakah pekerja yang melakukan pemasangan bracket baja ringan pada proyek revitalisasi TK Bhakti Pertiwi memiliki sertifikat kompetensi kerja atau sertifikasi yang sesuai dengan pekerjaannya?
Dokumen sertifikat pelatihan pemasangan rangka baja ringan memang dikenal dalam industri. Namun, sertifikat pelatihan dari suatu produsen atau lembaga pelatihan tidak otomatis sama dengan SKK Konstruksi. Karena itu, yang perlu diklarifikasi adalah sertifikasi apa yang dimiliki pekerja dan apakah kompetensinya sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan.
Pertanyaan ini menjadi semakin relevan ketika di lapangan ditemukan metode pemasangan bracket menggunakan paku beton.
Lalu, Apa Dasar Teknisnya?
Pertanyaan utamanya tetap pada dasar pekerjaan:
Apakah penggunaan paku beton tersebut tercantum dalam gambar kerja atau RKS?
Siapa yang menentukan metode pemasangan tersebut?
Apakah pemasangan bracket telah diperiksa dan disetujui pengawas pekerjaan?
Apakah pekerja yang melakukan pemasangan memiliki kompetensi yang sesuai?
Dan yang tidak kalah penting, bagaimana perhitungan kekuatan sambungan tersebut terhadap beban angin, getaran maupun gaya tarik atau uplift pada konstruksi?
Pertanyaan tersebut bukan untuk serta-merta menyimpulkan bahwa penggunaan paku beton pasti salah atau tidak kuat. Yang dipertanyakan adalah dasar teknis, kompetensi pelaksana, serta mekanisme pengawasannya.
Apalagi pekerjaan tersebut menggunakan dana APBN sebesar Rp255.657.000. Maka, masyarakat berhak mengetahui bahwa setiap bagian pekerjaan dilaksanakan berdasarkan standar, spesifikasi dan kompetensi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Jika penggunaan paku beton memang sesuai dengan ketentuan teknis, penjelasan dari P2SP maupun pengawas tentu dapat memberikan kepastian. Begitu pula mengenai kompetensi pekerja, jika memang telah memenuhi ketentuan, hal tersebut tentu dapat dijelaskan secara terbuka.
awak media akan terus memantau pekerjaan revitalisasi TK Bhakti Pertiwi, termasuk tindak lanjut terhadap pemasangan bracket tersebut.
Sergap86.info dan Prabhumedia membuka ruang hak jawab kepada Kepala TK Bhakti Pertiwi, P2SP, pengawas pekerjaan maupun pihak terkait untuk memberikan klarifikasi dan penjelasan teknis atas pemberitaan ini.(Team Red)
0 Komentar