Polri dan Masyarakat Satu Hati, Logo “Polisi Bersama Masyarakat” Bawa Pesan Pengabdian dan Kebersamaan
Prabhumedia || SUMEDANG - Sebuah logo dengan filosofi kuat diperkenalkan sebagai semangat baru dalam tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia. Logo bertuliskan "POLISI BERSAMA MASYARAKAT" dengan jargon "MELINDUNGI, MENGAYOMI DAN MELAYANI" ini menjadi simbol transformasi komunikasi Polri yang lebih dekat, terbuka, dan berorientasi kepada rakyat.
Logo tersebut memiliki beberapa elemen penting yang sarat makna. Pertama,
1. Teks "POLISI BERSAMA MASYARAKAT"
yang berada di bagian atas dengan huruf tegas, menjadi arah baru dan semangat komunikasi kepolisian yang menempatkan masyarakat sebagai pusat orientasi tugas. Ini menegaskan bahwa setiap langkah dan kebijakan Polri berangkat dari kebutuhan masyarakat.
2. Simbol Jabat Tangan
yang berada di tengah menjadi inti dari logo ini. Simbol tersebut menggambarkan sinergi, kekompakan, dan kerja sama yang erat antara jajaran Polri dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Tanpa dukungan masyarakat, tugas kepolisian tidak akan berjalan maksimal, dan sebaliknya.
3. Siluet Kerumunan Orang
yang terdiri dari anggota Polri dan warga masyarakat yang berdiri berdampingan. Elemen ini melambangkan kehadiran polisi yang berada di tengah-tengah rakyat, tidak berjarak, selalu hadir mendengarkan aspirasi, dan menjadi bagian dari solusi di tengah kehidupan sosial.
4 dan 5 "MELINDUNGI, MENGAYOMI DAN MELAYANI"
pada pita di bawah sebagai moto atau komitmen utama Polri dalam menjalankan tugas pengabdiannya dengan hati yang tulus. Serta Atribut Polri, Padi Kapas, Bintang Tiga, dan Peta Indonesia di bagian atas dan bawah yang menegaskan identitas institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia yang berdaulat dan mengabdi di seluruh tanah air.
Menanggapi filosofi logo tersebut, Kasi Humas Polres Sumedang AKP Awang Munggardijaya, S.H., M.H. memberikan sambutan hangat dan penuh harapan. Ia menyebut logo ini bukan sekadar lambang, melainkan janji moral bagi setiap anggota Polri.
"Logo ini adalah cerminan hati kami. Kami ingin menyampaikan pesan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sumedang bahwa Polri adalah milik masyarakat. Kami ada karena masyarakat, kami bekerja untuk masyarakat. Filosofi jabat tangan dan kebersamaan ini adalah pengingat bagi kami untuk terus memperkuat sinergitas. Kami tidak bisa menjaga keamanan sendiri, kami butuh uluran tangan, butuh informasi, dan butuh kepercayaan dari warga," ungkap AKP Awang.
Lebih lanjut, AKP Awang Munggardijaya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak ragu berkomunikasi dengan kepolisian. "Pintu Polres Sumedang selalu terbuka. Mari kita wujudkan Sumedang yang aman, damai dan kondusif dengan semangat Polisi Bersama Masyarakat. Kami siap melindungi, mengayomi dan melayani dengan setulus hati," tutupnya.
Joernalis : Lipsus jabar Dian dabo
0 Komentar