Jambore Ranting Cisitu 2026 Jadi Ajang Pembentukan Karakter dan Kepedulian Sosial Generasi Muda
Prabhumedia || SUMEDANG – Jambore Ranting (Jamran) Kecamatan Cisitu Kabupaten Sumedang tahun 2026 berlangsung meriah di Lapangan Dusun Cimara, Desa Sundamekar, Kecamatan Cisitu, pada 13–15 Agustus 2026. Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 549 peserta dari berbagai sekolah di wilayah Kecamatan Cisitu dengan mengusung semangat kebersamaan, kemandirian, kedisiplinan, kreativitas, serta pembentukan karakter generasi muda melalui kegiatan kepramukaan.
Pembukaan Jamran dilaksanakan pada Kamis, 13 Agustus 2026 sekitar pukul 09.00 WIB dan dibuka oleh perwakilan Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Sumedang. Kegiatan tersebut turut mendapat dukungan dari berbagai unsur, mulai dari jajaran Kwarcab Sumedang, Pemerintah Desa Sundamekar, K3S Kecamatan Cisitu, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Kabid SD Disdik Sumedang, para kepala sekolah dan guru, BPD/LPM, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, RT/RW, Linmas, orang tua peserta, hingga tamu undangan lainnya.
Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta mengikuti berbagai kegiatan kepramukaan dan perlombaan antarsekolah yang dikemas secara edukatif dan menarik. Selain itu, peserta juga menampilkan beragam kreasi seni sebagai bentuk pengembangan bakat dan kreativitas. Berbagai kegiatan tersebut menjadi sarana untuk melatih keberanian, kekompakan, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemampuan bekerja sama dalam kelompok.
Kelancaran seluruh rangkaian Jamran Kecamatan Cisitu juga tidak terlepas dari peran panitia dan berbagai unsur pendukung. Tercatat sebanyak 47 panitia terlibat dalam pelaksanaan kegiatan, ditambah 30 anggota Palang Merah Remaja (PMR) dan 10 anggota Dewan Kerja Ranting (DKR). Kehadiran para tamu dan undangan dalam sejumlah agenda turut menambah semarak sekaligus memberikan dukungan moral kepada seluruh peserta.
Menariknya, Jamran Kecamatan Cisitu tahun ini tidak hanya berorientasi pada kegiatan perlombaan dan pengembangan kreativitas peserta. Panitia juga menghadirkan kegiatan sosial dengan memberikan bantuan kepada sekitar 20 masyarakat yang membutuhkan. Aksi tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian Pramuka terhadap lingkungan sekitar sekaligus menjadi pembelajaran langsung bagi generasi muda mengenai pentingnya gotong royong, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama.
Rangkaian kegiatan kemudian memasuki malam puncak yang diisi dengan agenda api unggun. Suasana kebersamaan semakin terasa ketika para peserta berkumpul dan mengikuti kegiatan malam tersebut sebagai bagian dari rangkaian Jamran. Api unggun tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan antarpeserta serta menanamkan nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Jamran Kecamatan Cisitu tahun 2026 resmi ditutup pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai ajang pertemuan dan perlombaan antaranggota Pramuka, tetapi mampu memberikan pengalaman berharga bagi para peserta dalam membangun karakter yang mandiri, disiplin, kreatif, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian sosial. Melalui kegiatan kepramukaan yang positif dan edukatif, generasi muda diharapkan mampu tumbuh menjadi pribadi yang tangguh serta bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
#ASEP Y.H
0 Komentar