Perjuangkan Aspirasi Petani, Kepala Desa Sukabudi Dorong Solusi Irigasi Berbasis Energi Surya
Dalam audiensi tersebut, IIM menyampaikan kondisi darurat yang dihadapi petani Desa Sukabudi akibat perubahan iklim global. Kemarau panjang dan fenomena El Niño dalam dua tahun terakhir membuat debit air menurun drastis dan gagal tanam meningkat.
"Kami datang membawa suara petani. Sebagian besar warga Sukabudi hidup dari pertanian. Ketika air sulit dan biaya produksi naik, yang terdampak langsung adalah ketahanan pangan keluarga dan pendapatan mereka," ujar Kepala Desa Sukabudi, IIM.
Untuk menjawab tantangan itu, Pemerintah Desa Sukabudi mengajukan dua usulan prioritas kepada Kementerian Pertanian:
Program pompanisasi berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk menjamin ketersediaan air irigasi saat kemarau tanpa membebani biaya operasional petani.
Bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) guna menekan biaya tanam, mempercepat masa olah lahan, dan meningkatkan produktivitas.
"Saya mengapresiasi kepedulian Pak Kades yang datang langsung memperjuangkan kepentingan masyarakatnya. Seorang pemimpin harus punya kecerdasan, kepekaan, dan keberanian membela warganya, terutama para petani," ungkap Menteri Pertanian.
Kementerian Pertanian menyatakan akan menindaklanjuti usulan tersebut melalui program strategis tahun 2026, dengan skema kolaborasi antara pusat, pemerintah daerah, dan desa.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah desa. Tujuannya jelas: menjaga produktivitas pertanian, menekan risiko gagal panen akibat iklim ekstrem, dan meningkatkan kesejahteraan petani di Desa Sukabudi.
(Rudi)
0 Komentar