Gelar Syukuran Hajat Bumi, Warga Desa Kedungwaringin Lestarikan Tradisi Lewat Arak Tumpeng, Ziarah Makam, dan Pagelaran Wayang Golek
Rangkaian kegiatan diawali dengan arak-arakan tumpeng yang diikuti oleh Kepala Desa Kedungwaringin Hj. Tita Komala, S.Pd.I, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh seni dan budaya, tokoh pemuda, serta seluruh masyarakat Desa Kedungwaringin. Prosesi berlangsung meriah dengan semangat kebersamaan dan gotong royong sebagai simbol rasa syukur atas hasil bumi dan harapan akan keberkahan bagi desa.
Selanjutnya, rombongan melaksanakan ziarah dan doa bersama di Makam Embah Uyut Kembang yang berada di Kampung Kramat, RT 019/RW 006, Desa Kedungwaringin. Ziarah dipimpin dan diikuti langsung oleh Kepala Desa Kedungwaringin, Hj. Tita Komala, S.Pd.I, bersama para tokoh agama, tokoh masyarakat, perangkat desa, dan warga. Dalam kesempatan tersebut, dipanjatkan doa kepada Allah SWT agar para leluhur diberikan tempat terbaik di sisi-Nya serta masyarakat Desa Kedungwaringin senantiasa diberikan keselamatan, keberkahan, persatuan, dan kesejahteraan.
Kegiatan ziarah tersebut merupakan bagian dari tradisi Hajat Bumi yang telah diwariskan secara turun-temurun sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu yang berjasa dalam membangun dan membuka wilayah Desa Kedungwaringin, sekaligus menjadi momentum mempererat tali silaturahmi antarwarga.Sebagai puncak acara, masyarakat disuguhkan Pagelaran Wayang Golek yang menghadirkan dalang Andria Mukhtar AS dari Tumaritis 2 Putra Karawang. Pertunjukan seni budaya Sunda tersebut berlangsung meriah dan mendapat sambutan antusias dari ribuan warga yang memadati lokasi acara hingga malam hari.
Kepala Desa Kedungwaringin Hj. Tita Komala, S.Pd.I mengatakan, tradisi Syukuran Hajat Bumi bukan hanya sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan, memperkuat nilai gotong royong, serta menjaga kelestarian adat dan budaya lokal agar tetap dikenal oleh generasi muda.
"Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat terus menjaga persatuan, kebersamaan, serta melestarikan budaya dan tradisi yang telah diwariskan para leluhur. Hajat Bumi bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi pengingat akan pentingnya rasa syukur, gotong royong, dan penghormatan kepada sejarah desa," ujarnya.Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh kekeluargaan. Kehadiran unsur pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh seni dan budaya, tokoh pemuda, serta seluruh warga menjadi bukti nyata kuatnya sinergi dalam menjaga nilai-nilai budaya, memperkuat persatuan, dan melestarikan tradisi yang menjadi identitas masyarakat Desa Kedungwaringin, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi.
( Anah/Rudi )
0 Komentar