Diduga Warga Sekitar Kecewa, Sejumlah Pekerja Lokal Diberhentikan Proyek Revitalisasi Satuan Pendidikan di Sukasari
Prabhumedia || SUMEDANG – Sejumlah warga sekitar mengaku kecewa setelah diduga diberhentikan dari pekerjaan pada proyek Revitalisasi Satuan Pendidikan di SLB Griya Warsani, Desa Sukarapih, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang. Padahal, pada awal pelaksanaan proyek, sebanyak enam warga setempat diajak bekerja sebagai bentuk pemberdayaan tenaga kerja lokal sesuai kesepakatan yang disampaikan kepada masyarakat.
Menurut keterangan warga, pada awalnya mereka diterima bekerja dengan harapan dapat membantu perekonomian keluarga sekaligus mendukung kelancaran pembangunan. Namun, di tengah pelaksanaan proyek, tiga orang pekerja lebih dulu dirumahkan dengan alasan material atau barang proyek terlambat datang. Setelah itu, mereka tidak pernah dipanggil kembali untuk bekerja.
Tidak lama berselang, tiga pekerja lainnya juga mengalami nasib serupa. Mereka diberhentikan oleh mandor sekaligus pemborong proyek bernama Bais. Menurut keterangan yang diterima warga, alasan pemberhentian tersebut karena para pekerja dinilai "terlalu cepat dalam bekerja".
Alasan tersebut justru menimbulkan tanda tanya di kalangan para pekerja. Pasalnya, mereka mengaku sejak hari pertama bekerja telah mendapat arahan langsung dari mandor agar bekerja dengan cepat, gesit, dan menghasilkan pekerjaan yang baik. Karena itu, mereka merasa alasan pemberhentian tersebut tidak sesuai dengan arahan yang sebelumnya diberikan.
Setelah diberhentikan, para pekerja mengaku sempat dijanjikan akan kembali dipekerjakan setelah menunggu selama satu minggu. Berpegang pada janji tersebut, beberapa warga kemudian mendatangi lokasi proyek untuk menanyakan kelanjutan pekerjaan mereka. Namun, menurut pengakuan warga, setibanya di lokasi mereka justru mendapati sejumlah pekerja baru telah bekerja di proyek tersebut. "Kami datang karena dijanjikan setelah satu minggu akan dipanggil lagi. Ternyata yang kami lihat sudah ada pekerja baru. Kami merasa dibohongi karena tidak ada pemberitahuan atau penjelasan kepada kami," ungkap salah seorang warga.
Peristiwa tersebut memunculkan harapan dari masyarakat agar pihak pelaksana proyek maupun pihak terkait dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai mekanisme perekrutan dan pemberhentian tenaga kerja lokal. Warga menilai keterbukaan informasi penting agar tidak menimbulkan kesalahpahaman dan keresahan di tengah masyarakat, terlebih proyek tersebut sejak awal melibatkan tenaga kerja dari lingkungan sekitar.
Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun mandor/pemborong Bais atau taris terkait dugaan pemberhentian pekerja tersebut. Seluruh informasi dalam pemberitaan ini bersumber dari keterangan para pekerja dan warga sekitar. Apabila pihak pelaksana proyek atau pihak terkait memberikan klarifikasi, redaksi akan memuatnya sebagai hak jawab sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
0 Komentar