Adv

Loading berita terbaru...

Diduga Kelalaian Pengerjaan Proyek, Longsor di Dusun Neglasari Tewaskan Satu Pekerja

Prabhumedia | Sumedang – Peristiwa longsor terjadi di lokasi proyek pembangunan yang berada di RT 02/RW 11, Dusun Neglasari, Desa Hegarmanah, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, pada Jumat (10/7/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Dalam insiden tersebut, dua orang pekerja menjadi korban. Satu orang meninggal dunia atas nama Dodo (sekitar 50 tahun), sementara satu korban lainnya, Mas Kun, mengalami luka-luka.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, proyek tersebut baru berjalan sekitar lima hari. Seorang pekerja di lokasi menyebutkan bahwa bangunan yang sedang dikerjakan rencananya akan digunakan sebagai rumah kos. Longsoran terjadi saat para pekerja sedang melakukan penggalian manual di bawah tebing yang sebelumnya telah diratakan menggunakan alat berat (beko). Material tanah beserta benteng bangunan di sisi proyek tiba-tiba ambruk dan menimpa para pekerja.
Tim URC (Unit Reaksi Cepat) bersama warga langsung melakukan proses evakuasi terhadap para korban. Evakuasi berlangsung sekitar dua jam hingga akhirnya korban yang tertimbun berhasil ditemukan. Dodo ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sedangkan Mas Kun berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat meski mengalami luka dan segera mendapatkan penanganan.

istri Ketua RT setempat, Ibu Ute Rosita, saat diwawancarai mengaku sangat khawatir dan cemas atas kejadian tersebut. Menurutnya, korban merupakan warga sekitar sehingga musibah ini meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Dusun Neglasari. Ia berharap pola pengerjaan proyek dapat dievaluasi agar keselamatan pekerja maupun warga sekitar lebih diperhatikan dan kejadian serupa tidak terulang.

Hal senada disampaikan Wiwin, warga sekitar. Ia mengatakan warga sejak awal merasa khawatir karena penggalian dilakukan sangat dekat dengan batas bangunan kos di sebelah lokasi proyek. Akibat penggalian tersebut, benteng penahan tanah milik bangunan di samping terlihat menggantung sehingga dinilai memiliki risiko tinggi untuk longsor.

Sejumlah warga menduga longsor dipicu oleh kurangnya pertimbangan teknis dalam pelaksanaan pekerjaan. Menurut keterangan warga dan beberapa pekerja, lahan yang semula berupa tanah miring dikeruk menggunakan alat berat hingga rata di bawah bangunan kos. Setelah itu, pekerja masih diminta melakukan penggalian secara manual untuk meratakan area tanpa perlindungan yang dinilai memadai. Dugaan tersebut merupakan keterangan dari warga dan pekerja di lokasi, sehingga masih memerlukan klarifikasi dan penyelidikan dari pihak berwenang.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya mengonfirmasi mandor proyek, Pak Sandi, serta pihak pelaksana terkait penyebab pasti longsor. Selain itu, media juga akan menelusuri legalitas pembangunan tersebut, termasuk memastikan apakah Perizinan Bangunan Gedung (PBG) telah diterbitkan oleh Pemerintah Kabupaten Sumedang atau belum. Hasil penyelidikan resmi dari instansi berwenang diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai penyebab kejadian dan pihak yang bertanggung jawab.

# Liputan khusus jawa barat 

0 Komentar