Adv

Loading berita terbaru...

Milangkala ke-99 Desa Sayang Berlangsung Meriah, Wujud Syukur dan Pelestarian Budaya Sunda

Prabhumedia || SUMEDANG – Suasana meriah dan penuh semangat kebersamaan mewarnai peringatan Milangkala ke-99 Desa Sayang, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk mensyukuri perjalanan panjang desa sekaligus memperkuat nilai-nilai budaya, persatuan, dan gotong royong.(27 Juni 2026)

Berbagai rangkaian acara digelar untuk memeriahkan peringatan hari jadi desa, mulai dari pertunjukan seni tradisional Sunda, tarian daerah, hingga hiburan rakyat yang melibatkan masyarakat dari berbagai kalangan. Antusiasme warga terlihat begitu tinggi dalam mengikuti setiap rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari.

Kepala Desa Sayang, Dodi Kurnaedi, S.Pd.I, menyampaikan bahwa Milangkala ke-99 bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi juga menjadi ajang refleksi atas perjalanan pembangunan desa serta mempererat tali silaturahmi antarwarga. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dalam membangun Desa Sayang agar semakin maju dan sejahtera.

"Milangkala ini merupakan bentuk rasa syukur atas perjalanan Desa Sayang yang telah memasuki usia ke-99 tahun. Semoga semangat kebersamaan dan gotong royong terus menjadi kekuatan utama dalam membangun desa," ujar Dodi Kurnaedi.

Selain menampilkan kesenian tradisional, kegiatan ini juga menjadi wadah pelestarian budaya Sunda agar tetap dikenal oleh generasi muda. Penampilan para seniman lokal mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang memadati lokasi acara, menciptakan suasana penuh kebanggaan terhadap warisan budaya daerah. Tradisi semacam ini juga menjadi bagian penting dalam menjaga identitas budaya masyarakat Jawa Barat.

Masyarakat berharap Milangkala Desa Sayang dapat terus dilaksanakan setiap tahun dengan lebih meriah, sekaligus menjadi daya tarik budaya yang mampu mempererat hubungan antarwarga serta mendukung perkembangan sektor sosial, budaya, dan ekonomi desa.

Memasuki usia ke-99, Desa Sayang diharapkan semakin maju dalam berbagai bidang tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur budaya Sunda yang menjadi jati diri masyarakat. Semangat "Guyub Rukun Sauyunan" diharapkan terus menjadi fondasi dalam mewujudkan Desa Sayang yang aman, maju, dan sejahtera bagi seluruh warganya.

Joernalis Lipsus jabar Dian dabo 

0 Komentar