Prabhumedia || MEKARBAKTI, SUMEDANG – Gemuruh suara kendang dan sorak-sorai kegembiraan menyelimuti Desa Mekarbakti, Kecamatan Pamulihan. Pada Minggu (08/02/2026) ribuan pasang mata menjadi saksi kemeriahan Walimatul Khitanan Zio Satya Permana, putra tercinta dari pasangan Bapak Den Yudi Permana dan Ibu Cici Damayanti.
Acara yang berlangsung sangat megah ini merupakan bentuk syukur dari keluarga besar Haji Eeng, seorang tokoh masyarakat sekaligus pengusaha pabrik tahu kenamaan di wilayah Sumedang.
Lestarikan Budaya Lewat Atraksi Kuda Renggong
Sebagai wujud kecintaan terhadap seni Sunda, keluarga besar menghadirkan Cuta Muda Grup yang memukau penonton melalui atraksi Kuda Renggong dan Singa Depok. Musik yang dinamis berpadu harmonis dengan ketangkasan para penari, menciptakan suasana pesta rakyat yang luar biasa. Antusiasme masyarakat tidak terbendung; warga dari berbagai penjuru memadati lokasi untuk menikmati hiburan tradisional yang kini mulai langka ditemukan dalam skala sebesar ini.
Pesan Penuh Harapan dari Sang Ibu, Ibu Cici Damayanti
Di tengah kebahagiaan tersebut, Ibu Cici Damayanti selaku ibunda dari Zio, tampak terharu menyaksikan dukungan dan doa dari masyarakat. Dalam penyampaiannya, beliau mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran prosesi khitanan putranya:
"Sebagai orang tua, melihat Zio melangkah ke tahap kedewasaan melalui khitanan ini adalah momen yang sangat mengharukan bagi saya dan suami. Kami tidak hanya ingin merayakan kebahagiaan ini secara pribadi, tapi ingin berbagi kasih dengan seluruh warga Desa Mekarbakti. Terima kasih atas doa dan kehadiran semuanya. Harapan saya, semoga Zio menjadi anak yang sholeh, memiliki budi pekerti yang luhur, dan kelak bisa membanggakan keluarga serta memberikan manfaat bagi banyak orang," tutur Ibu Cici dengan nada lembut dan penuh ketulusan.
Wujud Syukur Haji Eeng: Menjaga Warisan Leluhur
Kakek dari ananda Zio, Haji Eeng, juga menegaskan pentingnya silaturahmi melalui acara ini. Beliau menekankan bahwa hiburan rakyat ini adalah cara keluarga besar menghargai akar budaya Sumedang.
"Hari ini adalah berkah. Melalui syukuran Zio, kami ingin membagikan kebahagiaan. Kesenian Kuda Renggong dan Singa Depok ini sengaja kami hadirkan agar tradisi leluhur tetap hidup di hati generasi muda. Semoga ini menjadi ajang mempererat tali persaudaraan kita semua," ujar Haji Eeng yang dikenal sangat dekat dengan warga.
Apresiasi dan Doa dari Masyarakat
Kegiatan ini pun mendapat tempat di hati warga. "Luar biasa meriah, jarang ada syukuran yang begitu memperhatikan kelestarian budaya sekaligus menghibur warga seperti ini. Kami mendoakan semoga de Zio menjadi anak yang sukses dan keluarga besar Haji Eeng selalu diberkahi," ungkap salah satu warga yang hadir.
Acara yang tertata rapi dan penuh kehangatan ini membuktikan bahwa di Desa Mekarbakti, semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap tradisi lokal masih terjaga dengan sangat kuat.(Red)