Swadaya Kurang dari Rp150 Juta Rampungkan Jalan Tanjakan Sukarame, Tamparan Keras untuk Pemkab Lampung Barat
Jalan sepanjang 600 meter tersebut dikerjakan secara gotong royong warga dengan rincian dana terkumpul sebesar Rp108 juta, ditambah material berupa semen 288 sak, pasir 35 m³, dan batu split 4,5 m³. Dalam kurun waktu 25 hari, warga berhasil menyelesaikan rigid beton sepanjang 121 meter dengan ketebalan 15 cm dan lebar 5 meter, ditambah rehab ringan sepanjang 479 meter. Bahkan, pemasangan lampu jalan di 8 titik sepanjang 500 meter juga ikut dikerjakan.
Kontras dengan itu, proyek-proyek pemerintah kerap menelan anggaran miliaran rupiah hanya untuk pengerjaan yang kualitasnya sering dipertanyakan. Fakta ini jelas menjadi tamparan keras bagi Pemerintah Kabupaten Lampung Barat, yang sejak 2017 hanya bisa menerima usulan perbaikan jalan tersebut tanpa realisasi nyata.
Padahal, jalan ini merupakan akses vital menuju sekolah, puskesmas, dan pelayanan publik lainnya. Ironisnya, justru masyarakat sendiri yang harus mengumpulkan uang secara swadaya agar bisa menikmati jalan yang layak.Salah satu tokoh penggerak swadaya masyarakat, Qilta Hasan atau akrab disapa Sukil, menyampaikan rasa syukurnya.
“Alhamdulillah, perbaikan jalan ini sudah selesai 100 persen, tinggal pemasangan lampu jalan saja. Kami berterima kasih kepada seluruh donatur, relawan, dan masyarakat yang ikut bergotong royong,” ujarnya.
Lebih lanjut, Qilta berharap agar hasil jerih payah warga ini bisa dijaga bersama.
“Semoga jalan ini bermanfaat untuk semua, dan mari kita rawat agar awet,” tambahnya.
Keberhasilan masyarakat ini sekaligus menjadi bukti bahwa pembangunan tidak harus selalu menelan anggaran miliaran rupiah. Dengan semangat kebersamaan, transparansi, dan niat tulus, pekerjaan bisa selesai jauh lebih efisien.
(Sahilman)
Tidak ada komentar