Miris! Siswa SDN Cupuwangi Terpaksa Belajar di Perpustakaan Akibat Atap dan Plafon Rusak Parah, Edi Sutiyo Desak Dinas Pendidikan Segera Bertindak

Prabhumedia || Sumedang — Kondisi bangunan SDN Cupuwangi yang berlokasi di Dusun Babakandago, RT 03/04, Desa Cibunar, Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang, menuai keprihatinan. Kerusakan pada bagian atap dan plafon sekolah membuat kegiatan belajar mengajar terpaksa dialihkan sementara ke ruang perpustakaan. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan serius mengenai perhatian dan respons pemerintah daerah terhadap kelayakan sarana pendidikan, khususnya keselamatan siswa dan tenaga pendidik.

Berdasarkan dokumentasi foto yang diterima awak media, sejumlah bagian plafon tampak mengelupas dan berlubang. Susunan genteng juga terlihat dipenuhi material kering serta tumbuhan liar, sementara pada beberapa bagian rangka atap tampak terbuka akibat kerusakan plafon. Kondisi ini membutuhkan pemeriksaan teknis secara menyeluruh guna memastikan tingkat kerusakan serta potensi risiko terhadap keselamatan warga sekolah. Informasi yang diterima redaksi menyebutkan, pihak sekolah terpaksa memanfaatkan ruang perpustakaan sebagai tempat pembelajaran sementara agar kegiatan pendidikan tetap berlangsung.

Penggunaan perpustakaan sebagai ruang belajar darurat tentu bukan solusi ideal apabila berlangsung dalam waktu lama. Selain berpotensi mengurangi kenyamanan dan kapasitas belajar siswa, kondisi tersebut juga dapat mengganggu fungsi perpustakaan sebagai fasilitas pendukung literasi. Persoalan ini bukan sekadar menyangkut fasilitas fisik sekolah, melainkan juga hak siswa untuk mendapatkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan layak. Karena itu, diperlukan langkah cepat dari instansi berwenang untuk melakukan pemeriksaan serta menentukan tindakan penanganan yang tepat.

Informasi yang dihimpun redaksi menyebutkan bahwa pihak sekolah telah mengupayakan permohonan program revitalisasi. Namun, hingga berita ini disusun, bantuan perbaikan yang diharapkan belum terealisasi. Hal tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai status pengajuan revitalisasi SDN Cupuwangi. Apakah sudah masuk daftar usulan, masih dalam proses administrasi, menunggu verifikasi teknis, terkendala anggaran, atau terdapat persyaratan yang belum terpenuhi? Kejelasan informasi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang sangat diperlukan agar pihak sekolah maupun masyarakat mengetahui perkembangan dan kepastian penanganannya.

Menanggapi kondisi tersebut, Pemerhati Pendidikan sekaligus Ketua Umum SIMPE Nasional, Edi Sutiyo, S.H., menyampaikan kritik keras kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang. Ia meminta agar SDN Cupuwangi segera mendapatkan perhatian dan diprioritaskan dalam penanganan kerusakan sarana pendidikan. Menurutnya, kondisi sekolah yang sampai membuat siswa harus belajar di perpustakaan semestinya menjadi perhatian serius pihak terkait. Ia juga mempertanyakan bagaimana kondisi memprihatinkan tersebut bisa luput dari perhatian instansi yang membidangi pendidikan. "Ini menunjukkan kurangnya kepekaan terhadap kondisi di lapangan. Mengapa persoalan seperti ini bisa luput dari perhatian Dinas Pendidikan? Ini merupakan tamparan keras bagi Kepala Dinas Pendidikan," tegas Edi Sutiyo.

Lebih lanjut, Edi Sutiyo menegaskan bahwa apabila persoalan tersebut tidak segera mendapatkan penanganan dan kepastian tindak lanjut, dirinya meminta adanya evaluasi serius terhadap kepemimpinan di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang. Bahkan, ia menyampaikan bahwa Kepala Dinas Pendidikan sebaiknya mempertimbangkan untuk mundur atau dievaluasi hingga pencopotan apabila tidak mampu memastikan respons dan penanganan terhadap persoalan mendasar seperti ini. "Kalau tidak segera diperbaiki dan tidak ada langkah nyata, lebih baik Kepala Dinas Pendidikan mundur atau dicopot. Ini merupakan wajah suram dunia pendidikan di Sumedang," ujarnya. Pernyataan tersebut merupakan bentuk kritik dan desakan Edi Sutiyo agar pemerintah daerah lebih responsif terhadap persoalan infrastruktur pendidikan.

Awak media juga mendorong Pemerintah Kabupaten Sumedang, khususnya Dinas Pendidikan, agar segera melakukan peninjauan langsung ke SDN Cupuwangi, berkoordinasi dengan pihak sekolah, serta melibatkan tenaga teknis untuk memeriksa kondisi bangunan. Apabila ditemukan bagian konstruksi yang berpotensi membahayakan, langkah pengamanan sementara harus segera dilakukan sebelum kegiatan pembelajaran kembali dilaksanakan di ruang yang bersangkutan. Pemerintah juga diharapkan memberikan penjelasan mengenai status permohonan revitalisasi, hasil pemeriksaan, serta rencana dan jadwal penanganan yang dapat disampaikan secara terbuka kepada masyarakat.

Pemberitaan ini merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial dan kepedulian terhadap dunia pendidikan, bukan untuk menyudutkan pihak tertentu. Redaksi Prabhumedia.id membuka ruang hak jawab dan konfirmasi kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, pihak sekolah, serta instansi terkait guna memperoleh penjelasan berimbang mengenai kondisi dan proses pengajuan revitalisasi SDN Cupuwangi. Jangan sampai siswa terus menjalani kegiatan belajar di ruang perpustakaan tanpa kepastian perbaikan, sementara kerusakan bangunan sekolah menunggu perhatian. Keselamatan siswa bukan persoalan yang bisa ditunda, dan kelayakan fasilitas pendidikan merupakan tanggung jawab yang harus mendapatkan perhatian bersama.

Joernalis : Dian dabo 

0 Komentar

Siap Mengembangkan Bisnis Anda Bersama Prabhu Media?

Konsultasikan kebutuhan promosi, penempatan banner strategis, atau program Media Partner acara Anda bersama tim kami.

Hubungi Kami