BAZNAS Sumedang Salurkan Bantuan Perlengkapan Sekolah untuk 250 Anak Yatim Senilai Rp125 Juta
Prabhumedia || SUMEDANG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumedang kembali menunjukkan komitmennya dalam menyalurkan amanah zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat yang membutuhkan. Melalui program Lebaran Yatim yang bekerja sama dengan Pemerintah Daerah dan Kementerian Agama (Kemenag), BAZNAS Sumedang berhasil menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah kepada 250 anak yatim di Kabupaten Sumedang.
Program tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan sekaligus upaya memberikan semangat baru bagi anak-anak yatim dalam menyambut tahun ajaran baru. Bantuan yang diberikan berupa perlengkapan sekolah yang diharapkan dapat menunjang kebutuhan belajar para penerima manfaat.
Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp125 juta. Bantuan tersebut berasal dari dana zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan masyarakat melalui BAZNAS Sumedang dan kemudian disalurkan secara tepat sasaran kepada anak-anak yatim yang membutuhkan.
Ketua BAZNAS Kabupaten Sumedang, H. Ayi Subhan Hafas, S.H., M.M., menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk nyata pengelolaan dana umat yang amanah dan transparan. Menurutnya, setiap rupiah yang dititipkan oleh para muzaki, munfiq, dan mutashaddiq harus mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, amanah yang diberikan oleh para donatur dapat kami salurkan kepada 250 anak yatim dalam bentuk perlengkapan sekolah. Kami berharap bantuan ini dapat menambah semangat mereka untuk terus belajar dan meraih cita-cita,” ujar H. Ayi Subhan Hafas.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS Sumedang. Menurutnya, keberhasilan program tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap masa depan generasi muda, khususnya anak-anak yatim.
Melalui program Lebaran Yatim ini, BAZNAS Sumedang berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk berbagi.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan masyarakat, bantuan yang diberikan tidak hanya meringankan beban ekonomi keluarga penerima manfaat, tetapi juga menjadi investasi sosial untuk menciptakan generasi yang lebih berpendidikan, mandiri, dan berdaya saing.
Joernalis : Lipsus jabar Dian dabo
0 Komentar