Adv

Loading berita terbaru...

Barisan Delapan Center Dorong Penguatan UMKM Balikpapan, Usulkan Ekosistem Smart City Menuju IKN

Balikpapan,Prabhumedia.id – Barisan Delapan Center melakukan audiensi dengan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kota Balikpapan pada Kamis (25/6/2026). Audiensi tersebut diterima langsung oleh Kepala Dinas Koperasi Kota Balikpapan, ,Heruressandy Setia Kusuma dengan agenda penyampaian gagasan dan terobosan baru dalam memperkuat daya saing UMKM menghadapi peluang ekonomi dari pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Dalam pertemuan itu, Barisan Delapan Center memperkenalkan konsep “Balikpapan UMKM Smart City Ecosystem 2030”, sebuah model pengembangan UMKM berbasis kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media.

Gagasan tersebut berangkat dari posisi strategis Balikpapan sebagai kota jasa, industri, pelabuhan, serta gerbang utama menuju kawasan IKN yang dinilai memiliki peluang besar untuk mengembangkan sektor UMKM agar terhubung dengan rantai pasok industri dan pembangunan nasional.

Salah satu program unggulan yang disampaikan adalah “UMKM Naik Kelas Menuju IKN”. Program ini dirancang untuk membentuk konsorsium UMKM Balikpapan yang mampu menjadi pemasok berbagai kebutuhan di kawasan IKN melalui sertifikasi produk, penyusunan katalog digital, business matching dengan kontraktor, hingga pendampingan pengadaan barang dan jasa.

Selain itu, Barisan Delapan Center juga mengusulkan pembentukan Balikpapan Smart UMKM Hub, yakni pusat layanan terpadu yang menyediakan inkubator bisnis, co-working space, studio foto produk, klinik pemasaran digital, klinik ekspor, hingga pendampingan berbasis teknologi kecerdasan buatan (AI).

Dalam paparannya, organisasi tersebut turut menawarkan program Corporate UMKM Partnership, yang mendorong perusahaan-perusahaan besar di Balikpapan untuk membina UMKM lokal melalui akses pasar, transfer teknologi, pendanaan, dan penguatan kapasitas usaha.

Tak hanya itu, sejumlah terobosan lain juga diperkenalkan, di antaranya Balikpapan Digital Marketplace Ecosystem, UMKM Maritime and Port Business, Tourism and Creative Economy Village, UMKM Export Acceleration Program, UMKM Green Economy Program, serta pembangunan Balikpapan UMKM Command Center sebagai pusat data UMKM berbasis digital dan real time.

Program tersebut dinilai sejalan dengan kebutuhan penguatan ekonomi lokal yang mampu beradaptasi dengan transformasi digital dan peluang pasar baru yang muncul seiring berkembangnya kawasan IKN. Sejumlah kajian juga menunjukkan bahwa keterlibatan UMKM dalam rantai pasok IKN masih perlu diperkuat melalui kebijakan yang lebih terintegrasi dan berbasis data.

Barisan Delapan Center juga mengusulkan program “1 Kelurahan 1 Produk Unggulan” guna mendorong setiap wilayah di Kota Balikpapan memiliki identitas ekonomi yang kuat melalui produk khas berbasis potensi lokal.

Sebagai inovasi utama, organisasi tersebut menawarkan pengembangan “Balikpapan UMKM Super-App”, sebuah aplikasi terintegrasi yang menghubungkan layanan perizinan, marketplace, pembiayaan, pelatihan, pendampingan usaha, informasi tender, ekspor, logistik, QRIS, hingga dashboard UMKM dalam satu platform digital.

Kepala Dinas Koperasi Kota Balikpapan, Heru, menyambut baik berbagai masukan yang disampaikan dalam audiensi tersebut. Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak menjadi faktor penting dalam mempercepat pertumbuhan UMKM agar mampu bersaing dan mengambil peluang ekonomi yang berkembang di Kalimantan Timur.

Melalui berbagai gagasan tersebut, Balikpapan diharapkan tidak hanya menjadi daerah penyangga, tetapi juga tumbuh sebagai pusat ekonomi kreatif, maritim, digital, dan industri yang mampu memasok kebutuhan kawasan IKN sekaligus meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM secara berkelanjutan.

Jurnalis: Halimin 

0 Komentar