Adv

Loading berita terbaru...

Korwil SPPG Sumedang Antisipasi Kasus Tramadol, Gencarkan Tes Urine Relawan MBG

Prabhumedia || SUMEDANG - Kasus peredaran obat terlarang jenis tramadol yang menyeret seorang relawan Program Makan Bergizi Gratis MBG di SPPG Kecamatan Jatinangor jadi perhatian serius Korwil SPPG Kabupaten Sumedang. Kasus ini dinilai mencoreng integritas program yang menyasar pemenuhan gizi masyarakat.

Sebagai langkah antisipasi, Korwil SPPG Kabupaten Sumedang Mega Gipar Barani mengaku sudah berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten BNNK Sumedang. Koordinasi dilakukan terkait teknis pelaksanaan tes urine bagi para relawan yang bertugas di dapur-dapur MBG seluruh Sumedang.

Mega membenarkan sudah ada komunikasi dengan Kepala BNNK Sumedang Achmad Suhud. Pembahasan difokuskan pada prosedur dan teknis pengecekan relawan melalui tes urine. Tujuannya jelas: mencegah kejadian serupa terulang dan memastikan seluruh relawan bersih dari penyalahgunaan narkotika serta obat-obatan terlarang.

Menurut Mega, upaya pemeriksaan tes urine sebenarnya sudah mulai berjalan di beberapa titik. Hingga saat ini tercatat dua SPPG di Kabupaten Sumedang yang sudah melaksanakan kegiatan tersebut, yakni SPPG Kota Kulon 4 dan SPPG Kota Kaler 7. Pelaksanaan bertahap ini jadi langkah awal sebelum diperluas.

Korwil SPPG Sumedang berharap koordinasi dengan BNNK segera ditindaklanjuti agar tes urine bisa dilakukan lebih masif di seluruh dapur MBG. Pemeriksaan rutin dinilai penting agar tidak ada relawan yang terlibat obat terlarang dan program bisa berjalan sesuai SOP.

Mega menegaskan langkah ini krusial untuk menjaga integritas relawan sekaligus memberi rasa aman bagi masyarakat penerima manfaat MBG. Dengan lingkungan dapur yang bersih dari narkoba, program Makan Bergizi Gratis diharapkan benar-benar fokus pada tujuan utamanya, yaitu meningkatkan gizi dan kesehatan masyarakat Sumedang.

Joernalis: Lipsus Jabar Dian dabo 

0 Komentar