Hajat Bumi Desa Tanjungbaru, Wujud Syukur kepada Allah SWT dan Pelestarian Warisan Budaya Leluhur
Tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun tersebut merupakan bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan rezeki, hasil pertanian yang melimpah, serta keberkahan yang diberikan kepada masyarakat Desa Tanjungbaru.
Sejak pagi hari, warga tampak memadati lokasi kegiatan. Berbagai perlengkapan adat disiapkan dengan penuh khidmat. Salah satu yang menjadi pusat perhatian adalah gunungan hasil bumi yang tersusun dari berbagai komoditas pertanian seperti jagung, cabai, mentimun, pisang, terong, sawi, kacang panjang, dan aneka hasil pertanian lainnya. Selain itu, sejumlah perlengkapan adat lainnya juga disiapkan sebagai bagian dari rangkaian prosesi yang sarat makna budaya.
Kepala Desa Tanjungbaru, Dudu Sumbali, hadir dan memimpin langsung jalannya kegiatan. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa Hajat Bumi bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan sebuah warisan budaya yang mengandung nilai-nilai religius, sosial, dan kebersamaan yang harus terus dijaga."Setelah Salat Jumat, seluruh warga akan mengikuti prosesi keliling kampung dan ziarah ke makam para leluhur. Kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan dan doa kepada para pendahulu yang telah mewariskan tradisi serta nilai-nilai kehidupan kepada generasi saat ini," ujar Dudu Sumbali.
Menurutnya, di tengah arus modernisasi yang semakin pesat, keberadaan tradisi Hajat Bumi memiliki peran penting sebagai sarana memperkuat identitas budaya masyarakat sekaligus menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi muda.
"Banyak yang memandang tradisi seperti ini sebagai sesuatu yang kuno. Padahal, makna utama Hajat Bumi adalah rasa syukur kepada Allah SWT, menjaga hubungan harmonis dengan lingkungan, menghormati jasa para leluhur, dan mempererat tali persaudaraan antarwarga," katanya.
Ia berharap generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga mampu memahami filosofi yang terkandung dalam tradisi tersebut sehingga warisan budaya leluhur tetap lestari dan tidak tergerus perkembangan zaman.Selain sebagai bentuk ungkapan syukur, Upacara Adat Hajat Bumi juga menjadi momentum doa bersama agar lahan pertanian di Desa Tanjungbaru senantiasa diberikan kesuburan, hasil panen yang melimpah, serta kehidupan masyarakat yang aman, makmur, dan sejahtera.
Kegiatan tersebut diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, perangkat desa, hingga warga dari berbagai kalangan. Semangat gotong royong dan kebersamaan yang tercermin dalam pelaksanaan acara menjadi bukti bahwa nilai-nilai budaya dan tradisi leluhur masih hidup serta terus dijaga oleh masyarakat Desa Tanjungbaru.
Melalui pelaksanaan Hajat Bumi, masyarakat berharap warisan budaya yang telah menjadi bagian dari identitas desa dapat terus dilestarikan sebagai kekayaan budaya bangsa, sekaligus menjadi sarana memperkuat persatuan, kebersamaan, dan rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan.
Reporter: Prabhumedia.id
Editor: Redaksi Prabhumedia.id
( Juanah )
0 Komentar