Adv

Loading berita terbaru...

Kominfo Jabar Gelar "KIM Pinter Digital" di Tanjungsari Sumedang, Kuatkan Literasi Warga Desa

Prabhumedia || SUMEDANG - Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat menggelar kegiatan "Komunitas Informasi Masyarakat Peduli Informasi dan Literasi Digital" atau KIM Pinter Digital. Acara berlangsung di Desa Tanjungsari, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, dan dihadiri pengurus KIM se-wilayah setempat.

Kegiatan dibuka dengan sambutan Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jawa Barat Mas Adi Komar, http://S.STP., http://M.Tr.A.P. Ia menegaskan KIM adalah ujung tombak pemerintah dalam menyalurkan informasi akurat hingga ke desa. "Di era banjir informasi, KIM harus jadi filter pertama. Tugasnya bukan hanya menyebar, tapi juga meluruskan hoaks agar masyarakat tidak termakan disinformasi," ujar Mas Adi Komar.

Acara dilanjutkan keynote speech Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Dr. Ir. Edi Askari, M.M. dengan tema "Peran Strategis KIM di Era Digitalitas Informasi". Edi Askari menilai KIM punya posisi penting sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan warga. Menurutnya, penguatan KIM harus jadi prioritas karena mereka yang paling dekat dengan kebutuhan informasi masyarakat desa.

Materi pertama diisi dosen sekaligus kreator konten Billy Mohammad Sobirin. Ia membagikan "Teknik Membuat Konten Positif di Media Sosial" yang aplikatif untuk KIM desa. Mulai dari cara memilih topik yang dekat dengan warga, mengemas data jadi infografis sederhana, hingga etika bermedsos. "Konten positif itu konten yang memberi solusi, bukan sekadar viral. KIM harus jadi produsen, bukan hanya konsumen," jelas Billy.

Sesi kedua disampaikan jurnalis Najip Hendra, http://S.Sos., M.M. Ia mengupas "Pentingnya Public Speaking" bagi pengelola KIM. Najip melatih teknik vokal, struktur penyampaian, dan cara berkomunikasi dengan warga agar pesan pemerintah mudah dipahami. "KIM yang jago public speaking akan lebih dipercaya warga. Informasi penting jadi tidak membosankan," katanya.

Peserta KIM Tanjungsari dan sekitarnya tampak antusias. Mereka langsung praktik membuat draft konten edukasi tentang layanan publik dan hasil pembangunan desa. Diskusi interaktif juga terjadi saat membahas cara menghadapi komentar negatif dan penyebaran hoaks di grup WhatsApp warga.

Kominfo Jabar berharap "KIM Pinter Digital" di Tanjungsari melahirkan lebih banyak duta informasi desa yang cerdas digital. Dengan bekal literasi, teknik konten, dan public speaking, KIM diyakini mampu jadi benteng informasi sekaligus penggerak partisipasi warga. Program ini akan terus digulirkan ke desa-desa lain di Jabar agar pemerataan literasi digital makin merata.

Joernalis : Lipsus Jabar Dian dabo 

0 Komentar