Transparansi Dipertanyakan, Proyek Rabat Beton Desa Citalli Dikecam Minim Keterbukaan
Warga menyebut upaya peningkatan infrastruktur seharusnya diikuti dengan pengawasan yang ketat agar kualitas pembangunan sesuai standar dan tidak mengarah pada potensi penyimpangan. Namun hingga kini, aspek transparansi dalam pelaksanaan kegiatan masih menjadi persoalan di lapangan.
Ketika awak Media mencoba meminta keterangan resmi terkait progres dan teknis Proyek kepada Kepala Desa Citalli, Nana, justru muncul jawaban yang terkesan menghindar. Alih-alih memberikan penjelasan, ia malah menyatakan dalam bahasa Sunda, “boborah di wawancara, nyaho ker riweh lain kadua matuaan,” yang bermakna menolak wawancara dan menyebut dirinya sedang sibuk.
Sikap tersebut dianggap kurang profesional, mengingat kepala Desa memiliki kewajiban moral dan hukum untuk bersikap terbuka terhadap Publik dan Media sesuai amanat Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP). Jika memang belum dapat memberikan keterangan, seharusnya ada penjadwalan ulang atau respon komunikatif yang mencerminkan etika pelayanan Publik.
Ketertutupan ini dikhawatirkan justru menimbulkan kecurigaan Masyarakat terkait komitmen Pemerintah Desa terhadap prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan Pembangunan. Publik berharap Pemerintah Desa dapat lebih kooperatif, sehingga proses pengawasan berjalan objektif dan manfaat proyek benar-benar dapat dirasakan oleh Warga Dusun Citalli.
#Lipsus Jabar
Transparansi Dipertanyakan, Proyek Rabat Beton Desa Citalli Dikecam Minim Keterbukaan
Reviewed by PRABHU MEDIA.ID
on
Desember 03, 2025
Rating:
Reviewed by PRABHU MEDIA.ID
on
Desember 03, 2025
Rating:

Tidak ada komentar