Proyek Peningkatan Jalan Menuju TPU Karang Bahagia Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, LSM Prabhu Indonesia Jaya Soroti Kualitas Pekerjaan
Tim awak media bersama LSM Prabhu Indonesia Jaya saat melakukan pemantauan di lokasi menemukan adanya dugaan pencampuran beton yang terlalu encer. Terlihat secara jelas bahwa air ditambahkan ke dalam adukan beton sebelum diturunkan dari truk molen.
Menurut hasil pengamatan, kondisi beton yang terlalu encer ini diduga menjadi trik kontraktor untuk menyiasati volume pekerjaan dengan cara meningkatkan kadar air. Meski beton tampak lebih mengembang, namun hal tersebut berpotensi menyebabkan penyusutan hingga keretakan pada struktur jalan di kemudian hari.
Tak hanya itu, pemasangan wiremesh (wermes) juga dinilai tidak mengikuti prosedur standar. Pada tahap awal pemasangan, tidak ditemukan adanya ganjal sebagai penyangga wiremesh. Setelah mendapat teguran, pekerja baru menambahkan ganjal menggunakan potongan batu kecil, namun pemasangannya tidak merata di seluruh area pengecoran.
Ketua DPD LSM Prabhu Indonesia Jaya, N. Rudiansah, menyampaikan bahwa adukan beton dengan tekstur terlalu encer merupakan indikasi tingginya nilai slump, yang dapat menyebabkan kelemahan struktural.“Coran yang terlalu encer membuat daya ikat beton berkurang. Apalagi pada lapisan pondasi atas masih banyak terlihat rerumputan, sehingga jalan nantinya lebih mudah retak dan keropos. Selain itu, kami juga menduga beton dari dua mobil molen tidak melalui uji slump sebagaimana mestinya,” ujar Rudiansah.
Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemantauan terhadap proyek tersebut hingga selesai dan akan melihat bagaimana kualitas hasil akhirnya.
“Kami akan monitoring sampai pekerjaan rampung, untuk melihat apakah jalan tersebut nantinya mengalami keretakan atau tidak,” pungkasnya.
Jurnalis: mf
Tidak ada komentar